Renungan Jangan Ragu-Ragu Dalam Kuasa Tuhan

Jangan Ragu-ragu Dalam Kuasa Tuhan
Ayat Dasar: Yakobus 1:6-8 (TB) - "Sebab, siapa saja di antara kamu yang meragukan bahwa ia akan menerima sesuatu dari pada Tuhan, orang itu adalah seperti gelombang laut yang digerakkan dan ditiup kemari-kemari. Janganlah orang itu menyangka bahwa ia akan menerima sesuatu dari pada Tuhan, seorang yang bimbang, yang tidak mantap dalam segala tingkah lakunya."
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan,
Hari ini, kita berkumpul di hadapan-Nya untuk merenungkan tema yang mungkin tidak asing bagi banyak dari kita: meragu-ragu di hadapan Tuhan. Betapa sering kita merasa ragu-ragu, bingung, dan tidak yakin dalam iman kita, dalam doa kita, bahkan dalam langkah-langkah kita dalam hidup ini.
Ketika kita membuka Alkitab, Yakobus 1:6-8 menjadi titik pusat dalam refleksi kita. Dalam ayat ini, kita diberitahu tentang konsekuensi dari keraguan dalam iman kita. "Sebab, siapa saja di antara kamu yang meragukan bahwa ia akan menerima sesuatu dari pada Tuhan, orang itu adalah seperti gelombang laut yang digerakkan dan ditiup kemari-kemari."
Gambaran yang diungkapkan di sini sangat jelas: ketika kita meragukan kuasa dan kemurahan Tuhan, kita menjadi seperti gelombang laut yang tidak memiliki kestabilan. Kita terombang-ambing dalam kebimbangan kita, dipengaruhi oleh setiap arah angin dan arus yang datang. Ketika kita meragukan, kita kehilangan fokus pada kuasa Tuhan yang begitu besar dan kasih-Nya yang tak terbatas.
Namun, pertanyaan yang muncul adalah: Mengapa kita meragukan Tuhan? Mengapa kita merasa keraguan dalam hati kita terhadap-Nya? Jawabannya mungkin beragam, tetapi sering kali terkait dengan ketidakmengertian kita akan rencana dan kehendak-Nya. Terkadang, ketika kehidupan kita berada dalam masa ujian atau kesulitan, kita cenderung mempertanyakan kehadiran dan peran Tuhan dalam hidup kita.
Tetapi, marilah kita ingat, ketidakpastian tidaklah menjadi alasan bagi kita untuk meragukan iman kita pada-Nya. Karena dalam ayat yang sama, Yakobus memberikan solusi yang jelas: "Janganlah orang itu menyangka bahwa ia akan menerima sesuatu dari pada Tuhan, seorang yang bimbang, yang tidak mantap dalam segala tingkah lakunya."
Jadi, bagaimana kita dapat mengatasi keraguan ini? Bagaimana kita dapat menemukan keyakinan dalam iman kita meskipun kita merasa ragu-ragu?

Pertama, kita harus mengarahkan pandangan kita kembali kepada Allah.
Kita harus mengingat siapa Dia sebenarnya: Allah yang setia, Allah yang penuh kasih, dan Allah yang berdaulat. Ketika kita mengingat siapa Allah, kita menjadi lebih mampu melepaskan keraguan kita dan menempatkan keyakinan kita sepenuhnya pada-Nya.
Kedua, kita perlu memperkuat iman kita melalui firman-Nya.
Bacaan Alkitab secara teratur akan memberi kita kekuatan dan arahan. Ketika kita merenungkan firman-Nya, kita akan menemukan kebenaran yang akan memperkuat iman kita dan menghilangkan keraguan.
Terakhir, mari kita berdoa.
Berbicara dengan Tuhan adalah kunci untuk memperkuat hubungan kita dengan-Nya. Ketika kita berbicara dengan-Nya dalam doa, kita dapat menuangkan segala keraguan kita, dan Dia akan memberikan kita ketenangan dan keyakinan yang kita butuhkan. Jadi, saudara-saudari, dalam saat-saat kita meragu-ragu di hadapan Tuhan, marilah kita mengarahkan pandangan kita kembali kepada-Nya, memperkuat iman kita melalui firman-Nya, dan berdoa dengan tekun. Karena ketika kita melakukannya, kita akan menemukan keyakinan yang kuat dalam iman kita, bahkan di tengah-tengah keraguan. Tuhan berkati kita semua. Amin. Terima kasih
Posting Komentar untuk "Renungan Jangan Ragu-Ragu Dalam Kuasa Tuhan"